20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

20260330 Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 202621

Foto: byu/ HUMAS MENPANRB

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui unit kerja Deputi Pelayanan Publik menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Early Submission Guangzhou Award 2026 secara luring dan daring, Senin (30/3/2026). FGD dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB Muhammad Yusuf Kurniawan.

Melalui kegiatan pendampingan early submission ini, diharapkan seluruh peserta mampu memastikan kesiapan inovasi secara menyeluruh, mencakup penguatan substansi, penyusunan narasi yang komprehensif, serta pemenuhan aspek teknis, sehingga inovasi yang diajukan dalam Guangzhou Award 2026 benar-benar mencerminkan wajah terbaik pelayanan publik Indonesia.

Kegiatan pendampingan ini menghadirkan fasilitator dan innovation practitioner Budi Chairuddin, serta didukung oleh penerjemah, dengan diikuti oleh 12 inovator peserta Guangzhou Award 2026.