Pin It

20260219 Menhub Bahas Kesiapan Mudik Lebaran 2026 Penguatan Posko dan Ramp check

Menteri Perhubungan RI  Dudy Purwagandhi bertemu Pramono Anung di Balai Kota Jakarta untuk membahas kesiapan Angkutan Lebaran 2026. Koordinasi pusat dan daerah dinilai krusial mengingat tingginya potensi pergerakan pemudik dari Ibu Kota. / Foto Christanto BKIP Kementerian Perhubungan

 

Jakarta, InfoPublik – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi bertemu Pramono Anung di Balai Kota Jakarta untuk membahas kesiapan Angkutan Lebaran 2026. Koordinasi pusat dan daerah dinilai krusial mengingat tingginya potensi pergerakan pemudik dari Ibu Kota.

Menhub menyebut Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daerah dengan mobilitas tertinggi secara nasional. Sebagian besar perjalanan mudik berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan tujuan utama Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

“Dengan potensi pergerakan yang besar, diperlukan dukungan penuh dari Pemprov DKI, termasuk pembentukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026,” ujar Dudy, Rabu (18/2/2026).

Ia menekankan pentingnya kesiapan armada melalui ramp check, pengawasan simpul transportasi khususnya terminal Tipe A, pemeriksaan kesehatan pengemudi, hingga konsolidasi program mudik gratis.

Selain itu, Menhub mendorong peningkatan akses dan layanan angkutan feeder menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Layanan pengumpan dinilai penting untuk memperlancar distribusi penumpang, terutama ke titik keberangkatan mudik gratis.

Pengawasan dan rekayasa lalu lintas juga diminta dilakukan secara kondisional. Langkah tersebut meliputi penempatan petugas di titik rawan kemacetan, pemantauan CCTV, kesiapan jalur alternatif, serta pengaturan arus kendaraan saat puncak mudik dan balik.

“Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi, juga harus diperkuat,” kata Dudy.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama H-10 hingga H+11 diperkirakan mencapai 3,67 juta kendaraan. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan 259 ribu kendaraan.

Sementara arus masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, dan GT Cikupa selama periode yang sama diproyeksikan mencapai 3,54 juta kendaraan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) dengan 285 ribu kendaraan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat eselon I Kementerian Perhubungan, termasuk Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, serta Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono. (*)