Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menghadiri acara LAN–Managing Global Governance
(MGG) / German Institute of Development and Sustainability (IDOS) Joint Conference 2026, di Jakarta, Senin (20/4/2026).
JAKARTA – Perubahan pada birokrasi Indonesia tidak hanya dilakukan antar-instansi dalam negeri. Kolaborasi global juga dilakukan pemerintah Indonesia agar transformasi birokrasi beradaptasi dengan dinamika internasional.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan, tidak ada negara yang melakukan transformasi birokrasinya sendiri. Lembaga Administrasi Negara (LAN) sudah 17 tahun bekerja sama dengan jaringan Managing Global Governance (MGG) Academy.
“Kolaborasi 17 tahun antara LAN dengan jaringan MGG Academy adalah bukti nyata bahwa kemitraan yang berkelanjutan membangun kapasitas. Bukan sekadar program, tetapi melahirkan generasi pemimpin publik,” ujar Rini dalam acara Joint Conference “Systemic Impact through Transformative Training”, yang diselenggarakan di ASN Corporate University, Jakarta, Senin (20/4/2026).
MGG Academy adalah program pelatihan dan dialog yang diselenggarakan oleh German Institute of Development and Sustainability (IDOS). Melalui South-South and Triangular Cooperation (SSTC), Indonesia bergerak melampaui sekadar mengadopsi pratik terbaik.
Perlu diketahui, SSTC adalah metode kolaborasi di mana negara-negara berkembang (Global South) berbagi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya untuk memecahkan masalah pembangunan bersama. Kerja sama ini untuk menuju pengembangan Solusi yang paling tepat, relevan, mudah beradaptasi, dan berakar pada realitas ekonomi negara berkembang.

Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan keterbatasan sumber daya, pengembangan kapasitas ASN perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih impact-oriented, di mana pelatihan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir, perilaku, serta sistem kerja organisasi yang berkontribusi pada dampak kebijakan yang lebih luas.
Sejalan dengan tema konferensi “Systemic Impact Through Transformative Training,” konferensi ini akan mempertemukan Schools of Public Administration (SPA) dari sejumlah emerging countries, antara lain China, Brasil, India, Meksiko, dan Afrika Selatan, untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta pendekatan inovatif dalam pengembangan human capital sektor publik. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat pembelajaran bersama serta memperkuat agenda kolaborasi menuju penguatan dampak sistemik pengembangan kapasitas sektor publik, khususnya dalam mendukung prioritas pembangunan Indonesia.
Transformasi membutuhkan ekosistem yang lebih luas, dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, swasta, hingga mitra pembangunan. “Hal ini membawa kita pada sebuah refleksi kritis, kemitraan bukan soal skala, ini soal inklusi. Inklusi bukan hanya tentang siapa yang mendapat manfaat, tetapi juga tentang siapa yang merancang dan memberikan layanan,” jelas Rini.

Menurut Rini, forum seperti ini lebih dari sekadar platform pertukaran ide. Pemerintah dan MGG Academy harusn menghasilkan kolaborasi nyata, terutama dalah tiga area konkret. “Pertama, adalah penelitian bersama tentang dampak sistemik dari pelatihan ASN. Kedua, pertukaran talenta antas-institusi. Serta ketiga, pengembangan bersama kurikulum kepemimpinan publik,” papar Rini.
Dari sisi lain, Kepala LAN Muhammad Taufiq menerangkan, Indonesia diposisikan sebagai model kepemimpinan sektor publik dalam pembaruan tata kelola global, menjembatani prioritas nasional dengan kolaborasi internasional. Adanya kolaborasi internasional ini, aparatur negara bisa mengantisipasi krisis bersama dengan menghadapi tantangan secara kolektif. Tantangan lainnya adalah ketahanan siber. Intelijen siber harus terpadu dan tangguh.
Melalui jaringan pelatihan regional, diharapkan mampu melakukan respons lebih terkoordinasi terhadap dinamika masyarakat. “Pengembangan kapasitas melalui kolaborasi ini akan terus ditingkatkan hingga tahun 2030,” pungkas Taufiq. (HUMAS MENPANRB)








