Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto meninjau pelayanan publik di Polda Bali, Rabu (8/7/2026).
DENPASAR - Pelayanan publik yang cepat, mudah diakses, dan responsif merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, termasuk institusi kepolisian. Pelayanan yang profesional dan humanis dinilai mampu mendekatkan polisi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.
"Tadi saya melihat langsung bagaimana pelayanan kepolisian, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), kemudian di Command Center yang ada di sini. Tujuannya kita melihat bagaimana kualitas dari pada Polda untuk pelayanan masyarakat cepat merespon, kemudian tulus melayani, sehingga segala pengaduan atau apa yang diingin masyarakat tetap terjaga, " demikian dikatakan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto usai meninjau pelayanan publik di Polda Bali, Rabu (8/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Purwadi bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman meninjau layanan SPKT dan implementasi dari sistem Smart City in Policing Road, sistem yang terintegrasi dengan Command Center Road Safety dan didukung oleh sejumlah closed-circuit television (CCTV) guna memantau kondisi lalu lintas secara real-time.
"Comand Center itu menyatukan semua layanan-layanan, baik layanan di jalan, layanan di perkantoran, layanan di posko-posko dan layanan masyarakat itu ditampung di 110 yang kami lihat langsung tadi menjadi indikator untuk merespon laporan masyarakat sehingga polisinya dengan tulus melayani cepat merespon, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat itu terus meningkat," ujarnya.
Wamen Purwadi menjelaskan, kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pelayanan pemerintah termasuk di institusi kepolisian yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, pelayanan yang profesional dan berintegritas menjadi kunci untuk menghadirkan rasa aman sekaligus kepuasan masyarakat.
"Saya berharap pelayanan publik yang ada terus ditingkatkan terus inovasi sehingga akhirnya akan profesional, akuntabel, dan terintegrasi dengan layanan yang lain," imbuhnya.

Senada dengan Wamen Purwadi, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman mengapresiasi Polda Bali yang dinilai berhasil membangun sistem pelayanan berbasis teknologi dan respons cepat serta berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat untuk masyarakat.
"Tadi saya lihat di SPKT bahwa pelayanan publik ini sudah luar biasa menurut saya. Artinya ada salah satu contohnya, bagaimana secara perorangan akan membuat SKCK itu bisa secara online langsung dari rumahnya, kemudian diurus, langsung melapor ke Polda, laporan langsung proses itu gak sampai 5 menit sudah selesai," ungkapnya.
Dudung juga menekankan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi, baik dari aparatur negara, pemerintah daerah, maupun kepolisian. Tingkat kepuasan ini khususnya kepada masyarakat betul-betul harus terjaga, terjamin, sehingga masyarakat betul-betul merasa terlayani.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan bahwa Polda Bali terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, humanis, dan mudah diakses oleh masyarakat. Menurutnya, penguatan pelayanan publik menjadi bagian penting dari upaya Polri dalam membangun kepercayaan publik.
"Dengan adanya kunjungan kerja ini, Polda Bali berharap penguatan pelayanan publik dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Bali dalam menghadirkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya publik," ungkapnya. (dit/HUMAS MENPANRB)








