Pin It

20260409 ID FOOD Lepas Ekspor Perdana Bunga Pala ke India

Ekspor perdana komoditas bunga pala (mace) tujuan India oleh ID FOOD di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (8/4/2026). Ekspor perdana ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penetrasi pasar global sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan meningkatkan nilai tambah komoditas rempah nasional. (Foto: Istimewa)

 

Jakarta, InfoPublik – Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor produk unggulan. Salah satunya diwujudkan melalui ekspor komoditas pangan oleh Holding BUMN Pangan ID FOOD, dengan pelepasan ekspor perdana bunga pala (mace) ke India sebagai langkah konkret untuk memperluas pasar global.

Hal tersebut disampaikan oleh SEVP Bisnis dan PSO ID FOOD Yosdian Adi Pramono, di Jakarta, pada Kamis (9/4/2026). Menurutnya, di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global, penguatan ekspor menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas sektor pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. “Komitmen tersebut diwujudkan ID FOOD melalui realisasi ekspor perdana komoditas bunga pala (mace) ke India yang dilepas di Tanjung Perak, Surabaya. Produk bunga pala tersebut dipasok oleh mitra lokal, yakni RHA Semesta Berjaya, dan dikirim kepada importir NS Impex di India. Komoditas ini akan dimanfaatkan di negara tujuan sebagai bahan bumbu masak, obat herbal, hingga essential oil,” ujarnya.

Dalam pengiriman tahap pertama ini, Yosdian mengatakan ID FOOD mengekspor sebanyak satu container dari kontrak 40 kontainer. Pengiriman ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan target pengiriman reguler sebanyak dua kontainer 20 feet setiap bulan. “Selain itu, ID FOOD juga tengah menjajaki potensi ekspor komoditas lainnya ke pasar India, seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak yang memiliki peluang pasar yang cukup besar,” ujarnya.

Yosdian menambahkan, ID FOOD menargetkan akan kembali merealisasikan ekspor komoditas serupa pada bulan ini, seiring dengan upaya penguatan sourcing bahan baku, baik untuk bunga pala maupun komoditas potensial lainnya seperti pinang. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.  “Ekspor ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen rempah dunia, sekaligus membuka peluang pasar baru yang potensial,” tuturnya.

Ia menjelaskan, hal ini juga menjadi langkah awal yang strategis dalam memperluas penetrasi pasar ekspor rempah Indonesia, khususnya bunga pala yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan ekspor komoditas pangan, termasuk rempah, sebagai bagian dari kontribusi dalam memperkuat perekonomian nasional. Kolaborasi dengan mitra lokal menjadi kunci dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan,” ungkap Yosdian.

Sebagai informasi, menurut ID FOOD, Indonesia merupakan salah satu produsen utama pala dunia dengan kontribusi signifikan terhadap pasar global. Berdasarkan data BRIN, Indonesia menguasai sekitar 70–75 persen produksi pala dunia dengan nilai ekspor mencapai 185,32 juta dolar AS. Permintaan komoditas pala juga terus meningkat di pasar global, khususnya untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik. “Hal ini menjadi peluang strategis yang terus dioptimalkan oleh ID FOOD melalui penguatan ekosistem bisnis berbasis kemitraan,” ucapnya.

Yosdian berharap, masuknya ID FOOD dalam ekspor komoditas rempah dapat menjadi enabler dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global. (*)