Pin It

20250107 Pelatihan Kerja Gratis untuk Pemuda Solusi Cegah Judi Online dan Tingkatkan KeterampilanKemenpora Berkolaborasi Beri Pelatihan Kerja untuk Pemuda, Cegah Dampak Negatif Judi Online./Foto Istimewa/Humas Kemenpora

 

Jakarta, InfoPublik – Untuk mencegah dampak negatif judi online (Judol) yang semakin meresahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meluncurkan program pelatihan kerja bagi pemuda Indonesia. Program itu merupakan hasil kolaborasi antara Kemenpora, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Kitabisa.org.

Melalui pelatihan keterampilan, program itu bertujuan untuk memberdayakan pemuda, termasuk penyandang disabilitas, agar lebih terampil dan berdaya saing di dunia kerja.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menegaskan bahwa penyelesaian masalah pengangguran tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan pihak swasta sangat diperlukan untuk menciptakan solusi yang komprehensif.

“Masalah pengangguran itu bukan masalah dari satu lembaga dan lembaga lain tutup mata. Kita harus bersama mengatasi masalah tersebut dengan kolaborasi antara berbagai pihak, baik itu lembaga pemerintah maupun swasta,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima InfoPublik, Senin (6/1/2025).

Program pelatihan itu menyasar pemuda dan penyandang disabilitas dari kalangan ekonomi kurang beruntung. Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kerja yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup mereka secara signifikan.

“Pendidikan ini harus diberikan kepada individu dari latar belakang yang kurang beruntung. Diharapkan mereka dapat meningkatkan taraf hidup, berdaya, dan mandiri secara ekonomi,” tambah Menpora Dito.

Selain itu, Menpora Dito juga menekankan pentingnya agar pemuda tidak terjebak dalam pengaruh negatif judi online yang dapat merusak kondisi ekonomi mereka. Ia berharap pelatihan ini menjadi jalan bagi pemuda untuk fokus pada pengembangan keterampilan dan karier yang lebih baik.

“Kita ingin melindungi harapan dan cita-cita masyarakat Indonesia agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik serta memiliki kesempatan berkarir secara profesional tanpa harus terpengaruh oleh judi online,” ungkap Dito.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut menyoroti pentingnya program pelatihan ini untuk mencegah masyarakat, terutama kalangan ekonomi bawah, terjerat dalam perjudian online. Menurutnya, judi online sering kali menawarkan keuntungan besar namun justru memperburuk keadaan finansial mereka.

Program itu juga melibatkan Teach4Hope by Kitabisa.org, yang mengirimkan 40 peserta untuk mengikuti pelatihan di Yogyakarta dan Jakarta. Program itu terdiri dari tiga fase: pelatihan kelas selama satu bulan, magang selama dua bulan, dan pemantauan serta evaluasi selama sembilan bulan.

Tri Umi Asni, Program Manager Teach4Hope, menyampaikan bahwa peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang yang membutuhkan, seperti yatim piatu dan masyarakat ekonomi menengah bawah. Ia berharap pelatihan ini dapat membantu mereka meningkatkan keterampilan dan memperoleh pekerjaan yang layak.

“Kami percaya potensi hebat ada di mana saja, termasuk dari teman-teman dengan latar belakang apapun. Semoga lewat kegiatan ini, peserta pelatihan dapat meningkatkan skill dan kemampuan mereka, serta mendapat kesempatan kerja dan kehidupan yang lebih baik,” kata Tri Umi Asni.

Dengan adanya program itu, Kemenpora dan para mitra berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih mandiri, terampil, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjauhkan mereka dari pengaruh negatif judi online yang dapat merusak masa depan mereka.

Dengan kolaborasi itu, pemuda Indonesia diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.