Pin It

20260831 Kementerian PU Terjunkan Armada Tangki dan Sumur Bor Tanggulangi Karhutla di Tiga ProvinsiIlustrasi penanganan karhutla dengan mobilisasi air dari Kementerian PU. (Foto: MC Kementerian PU)

 

Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memperkuat kesiapsiagaan dan langkah konkret penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu musim kemarau di sejumlah wilayah. Mobilisasi armada tangki air hingga pembuatan sumur bor diterjunkan langsung ke titik rawan di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Jambi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanggulangan karhutla dan kekeringan dilakukan melalui optimalisasi seluruh infrastruktur yang dimiliki serta koordinasi intensif lintas sektor. "Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Aksi tanggap darurat antara lain dilakukan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara. Tim gabungan memadamkan titik api seluas 2,5 hektare di kawasan Sei Bebanir Bangun dan Limunjan, Kecamatan Sambaliung.

Sementara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, BWS Kalimantan II menerjunkan personel dan unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk memasok kebutuhan air armada pemadam. Langkah pasokan air berkelanjutan ini berhasil melokalisasi karhutla seluas 7,23 hektare di Jalan Nyalun Menteng, Kecamatan Jekan Raya, sehingga api tidak meluas ke pemukiman.

Dukungan berskala lebih besar dimobilisasi di kawasan Tahura Senami/Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Batanghari, Jambi, setelah lahan seluas kurang lebih 100 hektare terbakar.

Di lokasi ini, BWS Sumatra VI mengerahkan kendaraan operasional, peralatan pompa, selang pemadam, serta tangki portabel berkapasitas 3.000 liter. Tak hanya membantu pemadaman dan pendinginan di permukaan, BWS Sumatera VI juga langsung melakukan pemboran sumur air tanah di dua lokasi guna menjamin ketersediaan pasokan air di tengah kondisi kekeringan.